HARIANEKSPOSLAMPUNG.COM,Sumberejo– Kepala Pekon Wonoharjo, Darianto, secara tegas membantah pemberitaan di salah satu media online yang menyebutkan adanya dugaan anggaran fiktif dalam pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2025
Darianto menyatakan bahwa narasi yang dibangun media tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan data administrasi pekon
Dalam keterangan resminya, Darianto meluruskan poin utama mengenai tuduhan pembangunan sumur bor Ia menegaskan bahwa Pemerintah Pekon Wonoharjo memang tidak pernah menganggarkan pembuatan sumur bor tersebut
"Narasi yang ditulis itu sama sekali tidak benar. Faktanya, di Pekon Wonoharjo tidak pernah ada anggaran untuk pembuatan sumur bor seperti yang diberitakan. Bagaimana bisa dibilang fiktif jika anggarannya saja tidak pernah kami buat?" ujar Darianto
Selain perihal sumur bor, ia juga mengoreksi data terkait personel dan honor petugas keamanan (Hansip/Linmas). Darianto menjelaskan bahwa jumlah Hansip di pekonnya adalah 9 orang, bukan 8 orang sebagaimana diberitakan. Terkait besaran honor, ia merinci bahwa setiap anggota menerima Rp100.000 per bulan.
"Jika ditotal untuk 9 orang selama 12 bulan, artinya hanya Rp10.800.000 atau dibulatkan sekitar Rp12.000.000 sesuai pos anggaran. Nilai ini sangat jauh berbeda dengan narasi yang dibangun oleh pihak media tersebut," imbuhnya.
Darianto menambahkan bahwa pihaknya sangat menghargai peran jurnalis dan media massa sebagai mitra pembangunan pekon Namun, ia menyayangkan munculnya berita yang tidak berimbang dan tanpa verifikasi lapangan yang akurat.
"Kami tidak pernah menyalahkan rekan-rekan media untuk menulis berita karena itu adalah karya jurnalistik yang patut dihargai. Namun, akan lebih elok jika pemberitaan dilakukan secara berimbang (cover both sides) dan sesuai fakta di lapangan," tegasnya
Selaku pimpinan pekon, ia berkomitmen untuk terus transparan dalam mengelola anggaran demi kemajuan bersama dan berharap kawan-kawan media dapat terus mendukung pembangunan di
Kecamatan Sumberejo melalui informasi yang edukatif dan faktual"Tutupnya (Ari)