HARIANEKSPOSLAMPUNG.COM,GUNUNG ALIP— Pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.353.47 Sukamernah, Rudi, memberikan klarifikasi langsung terkait pesan WhatsApp miliknya yang sempat dinilai menyudutkan media dalam pemberitaan pada 20 Juni 2026
Langkah ini diambil guna meluruskan kesalahpahaman yang kini berkembang di tengah publik
Rudi menjelaskan bahwa pesan kontroversial tersebut dikirimkan secara spontan akibat reaksi emosional. Ia merasa difitnah atas tuduhan tidak berdasar mengenai aliran dana ilegal atau penerimaan fee
"Kalimat 'nyawa saya taruhannya jika saya menerima fee' itu sebenarnya bentuk kepasrahan sekaligus penegasan dari saya bahwa saya benar-benar bersih dari tuduhan tersebut," ujar Rudi
Terkait potongan pesan selanjutnya yang berbunyi, "jika berita itu terbit saya cari kamu, nanti saya yang mati apa kamu", Rudi menegaskan tidak ada sama sekali niat untuk melakukan ancaman fisik atau pembunuhan
Ia menjelaskan bahwa istilah "mati" yang dimaksud adalah mati dalam karier atau hancurnya reputasi pekerjaan akibat pemberitaan yang dinilai sepihak
Menurutnya, pesan itu murni luapan emosi sesaat tanpa ada unsur kesengajaan untuk mengancam keselamatan wartawan
Rudi juga menyatakan bahwa dirinya sangat memahami dan menghormati peran pers, serta memandang media sebagai mitra kerja penting dalam mengedukasi masyarakat
Pihak pengawas dan manajemen SPBU Sukamernah menegaskan akan selalu menghargai setiap karya jurnalistik yang profesional
"Kami berharap kerja sama ke depan dapat berjalan dengan baik, selama narasi pemberitaan yang disajikan tetap berimbang, objektif, dan sesuai dengan fakta di lapangan," kata Rudi
Mengakhiri klarifikasinya, Rudi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang terjadi. Ia menyadari bahwa sebagai manusia biasa, dirinya tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan
"Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. Kita harus bisa saling memaafkan jika ada salah kata maupun ucapan Semoga ke depan komunikasi kita bisa terjalin lebih baik lagi," pungkasnya(red)