HARIANEKSPOSLAMPUNG.COM,Ulu Belu- Aktivitas gempa mikro yang terjadi berulang kali di wilayah Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus mulai memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat
Hingga saat ini, dilaporkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan fisik berupa dinding yang retak-retak akibat getaran tersebut
Di tengah situasi yang diselimuti rasa cemas akan keselamatan jiwa, warga mendesak PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulu Belu untuk segera memprioritaskan penanganan dampak riil di lapangan
Masyarakat meminta perusahaan tidak berlindung di balik proses penelitian tim ahli yang sedang berjalan
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Tanggamus, Bung Raden Anwar, telah berkoordinasi mewakili warga untuk menemui Kepala Humas PT PGE Area Ulu Belu, Rian. Namun, hasil pertemuan menunjukkan pihak perusahaan tetap memilih menunggu putusan resmi dari tim ahli
"Kita hari ini tidak bicara tentang tim ahli, meskipun itu penting. Namun yang lebih penting, seharusnya PT PGE menangani permasalahan yang ada di depan mata, yaitu masyarakat yang terdampak," ujar Raden Anwar
Ia menegaskan bahwa persoalan ini merupakan masalah kemanusiaan dan sosial yang membutuhkan penanganan cepat, mengingat getaran kecil yang terus terjadi berpotensi memicu dampak yang lebih besar
Kondisi psikologis warga di lapangan saat ini kian tertekan Salah seorang perwakilan warga terdampak mengungkapkan bahwa mereka hidup dalam bayang-bayang ketakutan jika bangunan rumah mereka tiba-tiba roboh
"Kami masyarakat awam tidak begitu paham apa itu tim ahli atau penelitian ilmiah. Yang kami rasakan saat ini, rumah-rumah kami sudah mulai retak Setiap hari kami hidup dalam rasa khawatir," ungkap warga dengan nada cemas
Warga menegaskan tidak melarang langkah manajemen menurunkan tim peneliti dari Universitas Lampung (Unila). Namun, mereka meminta perusahaan memiliki empati tinggi dan tidak menjadikan kajian ilmiah sebagai alasan untuk mengulur waktu.
Warga mengancam akan mengambil tindakan tegas secara mandiri apabila tuntutan penanganan cepat ini terus diabaikan oleh pihak perusahaan
Sebelumnya, manajemen PT PGE Area Ulu Belu menyatakan bahwa berdasarkan data awal, aktivitas operasional panas bumi mereka berjalan sesuai standar keselamatan. Pihak perusahaan menduga getaran yang terjadi merupakan aktivitas tektonik alami dan saat ini masih menunggu hasil studi seismik mendalam bersama tim akademisi (red)