HARIANEKSPOSLAMPUNG.COM,Ulu Belu — Penderitaan yang dialami warga Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, akibat rentetan gempa mikro beruntun kini kian diperparah oleh sikap acuh tak acuh pihak Humas PT PGE
Hingga saat ini, belum ada satu pun bentuk bantuan darurat maupun tindakan kemanusiaan nyata yang diturunkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu untuk meringankan beban masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan fisik
Kondisi di lapangan menunjukkan adanya jurang komunikasi yang sangat lebar antara pihak manajemen dengan masyarakat terdampak
Alih-alih turun langsung ke pemukiman untuk melihat kondisi dinding-dinding rumah warga yang retak dan menenangkan psikologis massa,Riyan Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PGE dinilai lebih memilih jalur birokrasi yang elitis
Kritik tajam mengalir dari arus bawah mengenai pola komunikasi Riyan sebagai kepala humas PGE yang dianggap tidak menyentuh akar masalah
Pihak Humas diketahui lebih mementingkan untuk mendatangi jajaran Kepala Pekon (Desa) serta tokoh-tokoh masyarakat tertentu, ketimbang hadir di tengah-tengah warga yang sedang dilingkupi rasa waswas
Langkah ini dinilai sebagai upaya meredam gejolak politik lokal daripada menyelesaikan persoalan kemanusiaan di tingkat bawah
"Rumah kami yang retak, anak-anak kami yang ketakutan setiap malam, tapi kenapa Humas PGE hanya sibuk rapat dengan pejabat Pekon dan tokoh-tokoh di atas? Kami yang terkena dampak langsung seolah-olah dianggap tidak ada," cetus seorang warga terdampak dengan nada kecewa
Akses bagi warga untuk berkomunikasi atau menyampaikan keluhan secara langsung kepada manajemen PGE juga dilaporkan sangat sulit dan tersumbat terutama di Divisi Humas
Meskipun PGE saat ini sedang menggandeng akademisi Universitas Lampung (Unila) untuk melakukan kajian ilmiah mengenai keterkaitan aktivitas operasi mereka dengan kegempaan, hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda aksi kemanusiaan
Kajian sains membutuhkan waktu berbulan-bulan, sementara keselamatan dan kelayakan tempat tinggal warga adalah kebutuhan darurat yang harus direspons hari ini
Sikap Humas PGE Ulubelu ini dinilai mencederai prinsip Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang seharusnya melekat pada objek vital nasional
Korporasi diingatkan bahwa keberadaan industri di tengah pemukiman warga tidak boleh hanya mengeruk potensi energi bawah permukaan, tetapi wajib menjaga harmoni dan keselamatan ruang hidup manusia di atasnya
Masyarakat Ulubelu kini mengharapkan adanya perubahan total pada pola komunikasi Humas PGE warga menuntut manajemen segera turun ke lapangan secara inklusif tanpa sekat, mendata kerugian secara jujur dan menyalurkan kompensasi serta bantuan kemanusiaan darurat tanpa perlu menunggu selesainya perdebatan ilmiah mengenai asal-usul gempa mikro tersebut (ARB,PP)