HARIANEKSPOSLAMPUNG.COM,ULUBELU – Misteri mandeknya dana kegiatan moving (muping) kendaraan operasional proyek PT GWDC di wilayah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu kian memanas
Tiga kepala pekon (desa) yang wilayahnya menjadi jalur lintasan armada secara terbuka mempertanyakan hak masyarakat mereka yang diduga kuat belum disalurkan sepenuhnya
Tiga wilayah yang terdampak langsung tersebut adalah Pekon Karang Rejo, Pekon Pagaralam, dan Pekon Muara Dua
Berdasarkan penjelasan dari ketiga kepala pekon tersebut, dana operasional lapangan yang dititipkan oleh pihak ekspedisi melalui satu pintu,yaitu Kepala Pekon (Kakon) Gunung Tiga ternyata tidak tersampaikan secara utuh kepada mereka. Ironisnya, anggaran yang mandek tersebut mencakup akumulasi untuk 3 kali kegiatan moving
Mendapati hak warga swadaya mereka tidak jelas rimbanya, ketiga kepala pekon ini langsung melayangkan protes dan meminta kejelasan kepada Saudara Rama selaku perwakilan pihak perusahaan yang,menyerahkan dana tersebut
Langkah ini diambil setelah pihak vendor mengklaim telah mencairkan seluruh anggaran secara utuh kepada Kakon Gunung Tiga dengan mandat untuk dibagi rata ke 4 pekon terdampak
Protes keras pun dilayangkan oleh para pemimpin wilayah ini Kakon Pagaralam, Kakon Muara Dua, bersama perwakilan dari Pekon Karang Rejo secara tegas memberikan peringatan keras kepada pihak perusahaan dan vendor ekspedisi logistik
"Jangan dulu muping kalau belum beres dengan kami," tegas Kakon Pagaralam bersama Kakon Muaradua dan perwakilan Karang Rejo secara kompak di lapangan
Selain menuntut pertanggungjawaban atas dana 3 kali moving yang belum tersampaikan sepenuhnya, ketiga pekon ini juga menyatakan sikap tegas menolak mekanisme pembayaran di masa mendatang
Berdasarkan keterangan bersama, mereka menolak keras sistem pembayaran satu pintu melalui Kakon Gunung Tiga karena dinilai rawan penyalahgunaan jabatan dan memicu konflik antar-pekon
Warga masyarakat dari Pekon Karang Rejo, Pagaralam, dan Muara Dua yang selama ini ikut bersusah payah mengawal kendaraan, mengatur lalu lintas di titik rawan, serta melakukan ronda malam merasa dikhianati oleh kebijakan sepihak tersebut
Diduga kuat, dana yang dialokasikan untuk upah lelah warga dan kompensasi dampak lingkungan ini justru dinikmati untuk kepentingan pribadi oleh oknum Kakon Gunung Tiga
Hingga berita ini diturunkan, ketegangan di wilayah jalur logistik PGE Ulubelu terus meruncing,jika tuntutan transparansi ini diabaikan dan sistem pembayaran tidak diubah, opsi pemblokiran jalur logistik total terhadap kendaraan proyek PT GWDC dipastikan akan menjadi langkah puncak
Sementara itu, Kepala Pekon Gunung Tiga masih belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan resmi atas tudingan penggelapan dana muping ini(red)