Notification

×

Iklan

Abaikan Kompensasi Lingkungan Warga Gunung Alip Tanggamus Tolak Perpanjangan Kontrak Tower BTS Protelindo

Sabtu, 20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T13:40:55Z


HARIANEKSPOSTANGGAMUS.COM,GUNUNG ALIP– Puluhan warga yang bermukim di sekitar tower Base Transceiver Station (BTS) milik PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) di Pekon Banjar Negeri, Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus, menyatakan penolakan keras terhadap perpanjangan kontrak keberadaan tower tersebut


Aksi penolakan ini dipicu oleh sikap pihak perusahaan yang dinilai mengabaikan hak warga terkait kompensasi lingkungan terdampak, meskipun proses perpanjangan kontrak lahan dengan pemilik tanah dikabarkan sudah berjalan


Koordinator warga terdampak, Adi mengungkapkan bahwa upaya mediasi sebenarnya sudah pernah dilakukan antara warga, pemilik lahan, dan pihak PT Protelindo Namun, pertemuan tersebut berjalan buntu tanpa menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat


"Secara aturan, berdirinya bangunan tower yang memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar wajib mendapat persetujuan lingkungan walaupun statusnya sudah perpanjangan kontrak lahan


Karena PT Protelindo ini tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan masalah kompensasi, maka lebih baik kami menolak keberadaan tower tersebut," tegas Adi kepada awak media, Sabtu (20/6/2026)


Menurut Adi, sekitar 40 warga yang tinggal di radius terdampak merasakan langsung dampak negatif dari keberadaan fasilitas telekomunikasi tersebut salah satu keluhan utama warga adalah seringnya peralatan elektronik milik mereka mengalami kerusakan parah akibat sambaran petir


"Jadi saat ada gledek petir itu mungkin karena bangunan tower sangat tinggi, petir mengarah ke tower dan berdampak ke alat elektronik kami sudah banyak yang rusak seperti televisi dan alat elektronik lainnya," terangnya


Selain masalah kompensasi dan kerusakan elektronik, keselamatan warga kini juga terancam. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kondisi fisik pondasi bangunan BTS tersebut saat ini sudah banyak yang mengalami keretakan struktural, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi roboh


Merespons kebuntuan ini, pihak pemerintah pekon setempat sebenarnya telah melayangkan imbauan kepada manajemen BTS, namun tetap tidak membuahkan hasil


Warga kini menaruh harapan besar kepada jajaran eksekutif dan legislatif tingkat kabupaten untuk turun tangan


"Kami berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Kabupaten Tanggamus bisa menegur atau memanggil pihak BTS terkait permasalahan ini agar aspirasi kami didengar," pungkas Adi


Hingga berita ini diturunkan, pihak perwakilan PT Protelindo maupun pengelola tower BTS di lokasi tersebut masih belum dapat dihubungi untuk memberikan konfirmasi resmi terkait tuntutan dan keluhan warga(ARB)


×
Berita Terbaru Update