Notification

×

Iklan

Dugaan BUMDES Fiktif Dibantah, Pengurus BUMDES Sidorejo Sebut Ketua Mengundurkan Diri dan Unit Usaha Dialihkan

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T08:34:16Z



HARIANEKSPOSLAMPUNG.COM,SIDOREJO – Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) bersama Pemerintah Pekon Sidorejo membantah keras tudingan yang menyebut bahwa lembaga usaha desa tersebut fiktif



Pihak pekon menegaskan bahwa operasional BUMDES tetap berjalan, meski ada perubahan struktur kepengurusan dan strategi unit usaha



Sekretaris BUMDES Pekon Sidorejo, Mar’atus Sholeha, menglarifikasi bahwa isu kekosongan jabatan direktur bukan karena lembaga ini fiktif. Menurutnya, Ketua BUMDES sebelumnya memilih mundur secara resmi setelah dinyatakan lolos dan diterima sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)




"Direktur atau Ketua BUMDES tidaklah fiktif Melainkan beberapa waktu lalu yang bersangkutan mengundurkan diri karena telah diterima P3K," jelas Mar’atus saat memberikan keterangan



Terkait isu mandeknya unit usaha, Mar’atus memaparkan bahwa BUMDES Sidorejo memiliki dua unit usaha berjalan, yakni penggemukan sapi dan peternakan bebek bertelur. Namun, demi menyelamatkan aset desa akibat hasil yang kurang optimal, pengurus melakukan langkah taktis



"Untuk penggemukan sapi memang kurang optimal, sehingga sapi-sapi tersebut kami jual dan rencananya dialihkan ke usaha pertanian,dana hasil penjualan sapi itu pun masih utuh dan tersimpan di rekening resmi BUMDES," ungkapnya




Sementara untuk unit usaha bebek bertelur, Mar'atus menjelaskan pada awal mula dianggarkan untuk membeli sekitar 200 ekor bebek Seiring berjalannya waktu, banyak bebek yang sudah tidak produktif sehingga pengurus terpaksa menjualnya sebagai bebek afkir. Ia memastikan seluruh administrasi dan fisik BUMDES Pekon Sidorejo nyata dan dapat dipertanggungjawabkan



Di tempat terpisah, Kepala Pekon Sidorejo, Ali Yunus, turut menyangkal tuduhan miring yang dialamatkan kepada dirinya, termasuk isu bahwa ia yang menjual sapi milik BUMDES


Ali menegaskan posisi pemerintah pekon murni sebagai pengawas, bukan eksekutor teknis.




"Tuduhan bahwa saya yang menjual sapi BUMDES itu tidak benar ,Saya selaku Kepala Pekon hanya mengawasi jalannya usaha



Untuk program teknis, itu sepenuhnya wewenang pengurus BUMDES apalagi pihak pekon sudah menyerahkan penyertaan modal secara utuh kepada pengurus," kata Ali Yunus



Ali juga menambahkan bahwa Pemerintah Pekon Sidorejo sangat terbuka terhadap evaluasi dan tidak pernah anti-kritik. Pihaknya memandang rekan media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan desa



"Setiap pemberitaan adalah karya jurnalistik yang harus kita hargai. Namun, akan jauh lebih elok jika setiap pemberitaan yang diterbitkan selalu dikonfirmasi dan disesuaikan dengan fakta objektif di lapangan," pungkasnya(red)


×
Berita Terbaru Update