HARIANEKSPOSLAMPUNG.COM,SUMBEREJO – Bencana alam berupa kerusakan infrastruktur melanda wilayah Kecamatan Sumberejo,Sebuah jembatan penghubung yang terletak di Dusun Argorejo, RT 002 RW 002, Pekon Argopeni, Kecamatan Sumberejo, dilaporkan ambrol pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB
Peristiwa ambrolnya jembatan ini disebabkan oleh dua faktor alam utama: Pertama, terjadinya abrasi atau pengikisan tanah secara terus-menerus pada bagian pondasi dan abutment jembatan akibat hantaman arus sungai yang sangat deras Kedua, peningkatan drastis debit air sungai yang dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Pekon Argopeni dalam beberapa waktu terakhir
Kombinasi dari kedua faktor tersebut membuat struktur jembatan tidak mampu lagi menahan beban volume air hingga akhirnya ambrol
Merespons cepat kejadian tersebut, Kepala Pekon Argopeni, Triswanto, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak melakukan langkah penanganan awal
Ia menegaskan bahwa peristiwa ini sudah dilaporkan secara resmi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanggamus
Selain itu, lokasi jembatan yang ambrol juga telah ditinjau langsung oleh pihak Kecamatan Sumberejo untuk dicatat dan dievaluasi dampaknya
Di sisi lain, Sekretaris Desa (Sekdes) Argopeni, Agus, memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi infrastruktur tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan yang diperuntukkan sebagai akses jalan usaha tani tersebut sudah berjalan sesuai dengan spesifikasi (spek) yang ditentukan pada waktu pelaksanaan pekerjaan
"Bangunan tersebut sudah sesuai spek waktu pelaksanaan pekerjaan,Namun, siapa yang bisa menghindari bencana alam? Kami sebagai aparatur Pekon Argopeni selalu menjalankan program Pekon sesuai dengan peraturan yang ada," ujar Agus
Lebih lanjut, Agus juga membantah dengan tegas narasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan kualitas material yang kurang maksimal sebagai penyebab runtuhnya jembatan. Ia memastikan bahwa seluruh prosedur pembangunan telah diikuti dengan patuh dan transparan oleh aparatur pekon
"Terkait adanya narasi yang mengatakan bahwa ambrolnya jembatan tersebut disebabkan adanya dugaan bahan material yang kurang maksimal, itu tidak benar Kami melaksanakan program pembangunan selalu mengikuti prosedur yang berlaku," tambahnya
Mengingat pentingnya fungsi jembatan tersebut bagi perekonomian dan mobilitas para petani setempat, pihak aparatur Pekon Argopeni berharap adanya perhatian cepat dari pemerintah tingkat atas
Aparatur Pekon dan masyarakat Argopeni meminta agar Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat segera memberikan bantuan perbaikan, mengingat peristiwa ini murni merupakan dampak dari bencana alam (ARB)